Iklan

Dampak Cuaca, Puluhan Hektar Tembakau di Bojonegoro Mati Layu


BOJONEGORO - Cuaca ekstrim yang terjadi sejak sepekan terakhir, mengakibatkan puluhan hektar tanaman tembakau siap petik di Kabupaten Bojonegoro mati mendadak. Kondisi tersebut, salah satunya dirasakan para petani di Desa Banjaran, Dan Sraturejo, Kecamatan Boerno, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (14/09/2022).

Cuaca ektrim dan curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir, membuat lebih dari 60 hektar tembakau yang dibudidayakan petani setempat tiba-tiba rusak dan mati. Kondisi ini membuat petani, hampir dipastikan gagal panen.

Sebab, daun dan batang tanaman yang telah layu dan mengering, tak lagi dapat diselamatkan. Salahsatu petani, Muhammad Robi menuturkan, kondisi cuaca yang tak menentu musim ini, membuat petani meradang. Tembakau yang dibudidayakan dengan kerja keras sejak dua bulan lalu, kini dipastikan gagal panen.

“Cuaca tak menentu membuat tembakau layu dan kering. Kerja keras selama dua bulan sia-sia karena ini dipastikan gagal panen,” keluh Muhammad Robi.

Akibat musibah ini, petani pun harus menderita kerugian yang sangat besar. Tiap hektarnya, kerugian ditaksir mencapai rata-rata 5 hingga 6 juta rupiah. Sebab, mereka terlanjur mengeluarkan banyak modal dan biaya.

“Rugi besar ini mas, karena sudah keluar tenaga dan biaya mulai dari pembibitan, penanaman, dan pemupukan, hingga perawatan,” imbuhnya.

Selain di Desa Banjaran dan Sraturejo, Kecamatan Boerno. Kondisi serupa juga menimpa petani lainnya di sejumlah Desa Kecamatan Kanor dan Kepohbaru, dengan usia tanaman antara dua bulan hingga siap petik.

Kini petani hanya dapat pasrah. Mereka berharap ada bantuan dari Pemerintah. Terutama bantuan modal untuk persiapan cocok tanam di musim selanjutnya. (lim/rok)

Ikuti berita terkini dari JTV Bojonegoro di Google News

Article Top Ads

Central Ads Article 1

Middle Ads Article 2

Article Bottom Ads