Iklan

Indonesia Tak Akan Alami Krisis Seperti Sri Lanka

MASYARAKAT Indonesia meyakini pemerintah Indonesia dapat mengantisipasi dan mencegah kejatuhan ekonomi di Tanah Air. Hal itu merupakan simpulan dari survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait kemungkinan krisis ekonomi seperti Sri Lanka.

Survei itu mulanya menanyakan kepada responden ihwal kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi oleh Sri Lanka, di mana terjadi krisis dan menyebabkan pemerintahan negaranya jatuh. Lalu didapati sebanyak 34% responden mengetahui hal tersebut. Dari jumlah responden yang mengetahui hal itu, 70% diantaranya meyakini kesulitan yang sedang terjadi di Sri Lanka dapat menimpa negara lain.

“Namun demikian, dari yang tahu, ada 69% yang yakin pemerintah Indonesia di bawah Presiden Jokowi dapat mencegah kesulitan ekonomi seperti yang dialami Sri Lanka,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat menyampaikan hasil surveinya, Minggu (28/8).

“69% responden meyakini bahwa kita dapat mencegah dan mungkin kita akan terhindar dari kondisi yang dialami Sri Lanka. Artinya kondisi kita lebih baik dari Sri Lanka,” lanjutnya.

Selain mencari tahu pendapat publik mengenai krisis Sri Lanka, dalam survei yang sama SMRC juga mencari tahu penilaian publik mengenai kondisi ekonomi rumah tangga dan nasional di tahun ini Hasilnya didapat bahwa mayoritas masyarakat menyatakan kondisi ekonomi rumah tangganya membaik dibanding tahun lalu, yakni sebanyak 44,6% dari total responden. Sementara 18,6% responden menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga saat ini memburuk dari tahun lalu dan 36,6% menyatakan tidak mengalami perubahan.

“Jadi relatif net positif, lebih banyak yang mengatakan lebih baik dibandingkan yang mengatakan lebih buruk,” kata Deni.

Dari survei itu pula diketahui bahwa masyarakat menyatakan perekonomian nasional tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Sebanyak 43,3% responden menyatakan jauh lebih baik, 31,4% mengatakan tidak ada perubahan, dan 21% sisanya menyatakan memburuk. “Secara umum, kami melihat ada kemajuan dibanding awal covid dan hampir sama dengan posisi sebelum ada covid, jadi masuk kondisi normal baru,” jelas Deni.

Optimisme juga terbangun dari masyarakat menyangkut kondisi perekonomian nasional tahun depan. SMRC mendapati sebanyak 62,1% responden menyatakan optimis ekonomi Indonesia akan jauh lebih baik di tahun depan dibanding sekarang.

“Jadi trennya juga sama, di mana kondisi atau optimisme warga dengan ekonomi nasional tahun depan itu hampir sama ketika sebelum covid terjadi. Ini temuan positif,” pungkas Deni.

Survei SMRC itu dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1053 atau 86%. Sebanyak 1053 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). (OL-15)




Sumber Berita

Article Top Ads

Central Ads Article 1

Middle Ads Article 2

Article Bottom Ads