Iklan

Klaim Ekonomi RI Kalahkan China, Singapura hingga AS, Airlangga: Hanya di Bawah Vietnam...

[ad_1]

JAKARTA, KOMPAS.com – Perekonomian RI mengalami pertumbuhan sebesar 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal pertama tahun ini. Meskipun angka tersebut lebih tinggi dibanding sejumlah negara maju, pertumbuhan ekonomi nasional masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga, Vietnam.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tiga bulan pertama tahun ini lebih tinggi dibanding China sebesar 4,8 persen, Singapura 3,4 persen, Korea Selatan 3,07 persen, Amerika Serikat 4,29 persen, hingga Jerman sebesar 4 persen.

“Kita hanya di bawah Vietnam yang sebesar 5,03 persen,” kata dia, dalam konferensi pers virtual, Senin (9/5/2022).

Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,01 Persen di Kuartal I-2022, Airlangga Sebut Lebih Tinggi dari China dan AS

Walaupun lebih rendah dari Vietnam, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional masih sesuai dengan proyeksi awal pemerintah, yakni di kisaran 4,5 persen hingga 5,2 persen dengan titik tengah 5,0 persen. Capaian ini juga melanjutkan tren positif pertumbuhan ekonomi, di mana pada kuartal terakhir tahun lalu produk domestk bruto (PDB) tumbuh 5,02 persen.

Pemerintah mengakui, kehadiran varian Omicron Covid-19 ditambah dengan ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina telah menyebabkan disrupsi rantai pasok global. Ini memicu kenaikan level inflasi di berbagai negara, serta menahan laju pemulihan ekonomi global yang sedang berlangsung.

Namun demikian, Airlangga bilang, tren perkembangan ekonomi nasional saat ini berada pada jalur yang tepat karena ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang semakin bergeliat.

“Serta didukung oleh sektor eksternal yang semakin resilient,” ujarnya.

Hal itu terefleksikan faktor-faktor pertumbuhan ekonomi, baik menurut lapangan usaha atau pengeluaran, yang sama-sama tumbuh positif, bahkan strukturnya sudah kembali ke level sebelum pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dilihat menurut lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dengan porsi sebesar 65,74 persen, dan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,71 persen secara yoy.

Adapun di posisi kedua ditempati oleh industri perdagangan dan pertanian, yang masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 5,71 persen dan 1,16 persen secara yoy.

Baca juga: BPS: Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI Sudah Balik ke Level Pra-pandemi Covid-19

[ad_2]
Sumber

Article Top Ads

Central Ads Article 1

Middle Ads Article 2

Article Bottom Ads